Showing posts with label cara Merawat Kucing. Show all posts
Showing posts with label cara Merawat Kucing. Show all posts

Kebutuhan Nutrisi Kucing

Kebutuhan Nutrisi Kucing

Campursari210- Diet kucing bersifat unik dan berbeda dengan anjing. Dan jangan beri makan kucing dengan makanan anjing. Pastikan makanan yang Anda berikan untuk kucing mengandung jumlah vitamin dan nutrisi yang cukup. Biasakan meneliti kandungan makanan yang tercetak pada kemasan. Berikut ini beberapa acuan nutrisi yang perlu bagi kucing:

  1. Kandungan protein tinggi, minimal 25 %. Semakin tinggi kandungannya biasanya lebih baik.
  2. Rendah lemak, efisiensi pencernaan lemak pada kucing sangat rendah.
  3. pH rendah atau derajat asam tinggi.
  4. Magnesium rendah. Kandungan magnesium tinggi dapat menyebabkan gangguan pada saluran kencing.
  5. Taurin
  6. Asam arakidonat (arachidonic acid)
  7. Vitamin & mineral ( Vit A, B12, Niacin, Thiamin)

Artikel Selanjutnya :

Tips menyikat gigi kucing

Campursari210- Jika napas kucing bau, hal tersebut menandakan adanya masalah gigi atau gusi. Untuk mempertahankan kesehatan gigi, seperti manusia, kucing pun perlu menyikat giginya setiap hari. Karena kucing tidak dapat melakukannya sendiri, maka Andalah yang harus melakukannya.









Sikatlah gigi kucing, sejak dini sejak usia antara 3-6 bulan. Hal ini berdasar fakta bahwa pada usia 3 bulan, 85% kucing mulai mengalami masalah pada giginya. Menyikat gigi kucing dapat menggunakan sikat gigi anak kecil atau pun sikat gigi khusus untuk hewan dengan pasta gigi khusus. Jangan sekali-kali menggunakan pasta gigi manusia karena tidak cocok untuk kucing. Perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Awali dengan menyikat gigi kucing secara perlahan pada 1 atau 2 gigi dan beri hadiah kucing dengan makanan kucing kesukaannya setiap kali kucing tidak melawan atau meronta pada saat giginya disikat.
  2. Ulangi lagi menyikat gigi kucing keesokan harinya dan lakukan sedikit lebih lama. Beri kucing hadiah lagi.
  3. Jika kucing mulai meronta, hentikan penyikatan gigi dan jangan berikan makanan hadiahnya. Cobalah untuk melakukan antisipasi terhadap tingkat toleransi kucing dan akhiri aktivitas sikat gigi dengan makanan kesukaannya sebelum kucing mulai meronta.
  4. Secara perlahan-lahan tingkatkan lama waktu sikat gigi dan dengan cara ini diharapkan dalam waktu dua minggu kucing sudah biasa disikat seluruh giginya, rahang atas dan bawah, gigi depan dan belakang.
  5. Cobalah untuk menyikat gigi kucing pertama kali di pagi hari sebelum kucing diberi makan.
  6. Cari waktu dan tempat rutin dimana Anda dan kucing merasa tenang dan nyaman untuk melakukan ritual pembersihan gigi.
  7. Biasakan kucing dengan proses membersihkan gigi. Kucing yang dari kecil sudah terbiasa giginya dibersihkan biasanya menikmati proses pembersihan ini. Bahkan mereka merasa tidak nyaman bila giginya tidak dibersihkan.
  8. Biasakan mulutnya dibuka. Tekan ujung kedua sudut mulut dengan jari tengah dan jempol. Tangan satunya membuka/menarik ujung depan rahang bawah. Biasakan kucing dengan proses ini sekaligus membiasakan Anda dengan teknik tersebut. Atau bisa juga dengan cara langsung membuka pipi dari samping, tanpa harus membuka rahang.
  9. Oleskan pasta gigi/gel ke seluruh permukaan gigi dan perbatasan gigi-gusi, sambil memijat-mijat bagian tersebut dengan jari.
  10. Biasakan dengan sentuhan sikat gigi. Setelah terbiasa dengan pasta gigi/gel dan sentuhan jari pada gigi/gusi, baru diperkenalkan dengan sikat gigi. Setelah dioleskan pasta gigi/gel, sikat gigi dengan gerakan sirkular/memutar.
  11. Pada awalnya tidak perlu seluruh gigi disikat, cukup gigi taring dan 1-2 gigi di sampingnya. Proses ini perlu dilakukan setiap hari agar terbiasa. Hari berikutnya, setelah lebih terbiasa jumlah gigi yang dibersihkan bisa ditambah hingga seluruh gigi bisa dibersihkan.
  12. Hentikan proses menyikat gigi ketika kucing masih menikmatinya. Setelah terbiasa diperlukan sekitar 30 detik untuk membersihkan gigi di bagian samping. Anda tidak perlu terlalu merisaukan kebersihan sisi gigi bagian dalam. Sekali-sekali bagian dalam memang perlu dibersihkan. Pembentukan karang gigi pada sisi bagian dalam jauh lebih lambat dari sisi luar.
  13. Hentikan segera proses pembersihan gigi bila kucing mulai terlihat stress. Bila dipaksa, berikutnya kucing akan lebih susah di kendalikan. Berikan penghargaan berupa pujian, belaian atau bahkan makanan kesukaannya bila kucing berlaku baik pada saat pembersihan gigi.

Artikel selanjutnya :

Aturan makan Untuk Kucing

 

Campursari210- Kebutuhan dan porsi makan kucing berbeda di setiap usia dan berdasarkan kondisi. Ini panduan untuk Anda.









1. Kucing berusia < 1 tahun (anak kucing). Bisa mulai diberi makan pada umur 3-4 minggu. Beri makanan khusus untuk anak kucing dengan kandungan protein lebih tinggi dan banyak mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.Rendam makanan dengan air hangat secukupnya, dihancurkan dan dihaluskan. Pertama kali makan kucing perlu diajari, disuapi dengan pipet atau oleskan sedikit makanan pada mulut, lalu dekatkan piring makanan untuk melihat apakah sudah mau makan sendiri. Sampai usia 2-3 bulan jumlah air dalam makanan bisa dikurangi secara bertahap hingga kucing bisa makan kering sepenuhnya.
2. Kucing berusia >1 tahun (kucing dewasa). Kucing dewasa dengan berat sekitar 4-5 kg butuh energi dari makanan sekitar 300 kalori. Berikan makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang. Usahakan kucing tidak diberi makanan dengan merek yang sama terus menerus. Perhatikan pH dan kandungan mineral makanan agar terhindar dari gangguan saluran kencing.
3. Kucing hamil dan menyusui. Kucing perlu makanan berprotein tinggi. Pada saat hamil berikan makanan untuk anak kucing karena kandungan proteinnya lebih tinggi. Suplemen kalsium dapat diberikan pada induk yang sedang menyusui.


Artikel selanjutnya :

Cara Aman Memelihara Kucing

Cara Aman Memelihara Kucing
Campursari210- Kucing sering dikaitkan sebagai pemicu datangnya penyakit seperti asma, alergi, dan toksoplasma. Asma berhubungan dengan kotoran dan debu yang beterbangan. Bulu kucing bisa membuat kita bersin-bersin. Sedangkan untuk kasus toksoplasma, virusnya bisa berkembang dalam tubuh kucing dengan sempurna. Namun, hal tersebut tidak bisa menjadi patokan patokan bahwa semua kucing pasti terinfeksi toksoplasma.

Toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran kucing, dan tidak setiap saat. Ada waktu-waktu tertentu oosit toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran. Memegang atau menyentuh kucing juga tidak lantas langsung membuat penyentuhnya terinfeksi. Dibutuhkan waktu sekitar lima hari untuk bisa tertular toksoplasma. Jika Anda masih ingin sekali memelihara kucing namun masih ragu dengan adanya beberapa resiko di atas, berikut kiat aman memelihara kucing:
  1. Hindari kontak langsung dengan kotoran, jika ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Serta rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing.
  2. Berilah makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging.
  3. Peliharalah kucing di dalam rumah untuk mencegah ia mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi.
  4. Mandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan shampoo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering.
  5. Berilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies.
  6. Jika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan.
  7. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.
  8. Jaga kebersihan kucing dan juga kandangnya, agar kucing menjadi binatang yang sehat dan aman untuk dipelihara.
  9. Jangan memberikan susu yang tidak dipasteurisasi.
  10. Jangan membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah atau berburu binatang berdarah panas.
  11. Sediakan kucing tempat khusus untuk kegiatan buang air besar (litterbox).
  12. Bersihkan dan buang feces kucing dari litterbox setiap hari, flush feces di toilet, siram air panas atau dibakar. Siram dan bersihkan litterbox dan scoopnya dg air mendidih.
  13. Lakukan kontrol kesehatan kucing secara rutin.
  14. Wanita hamil dan orang-orang dengan sistem imunitas yang rendah seperti terinfeksi HIV atau sedang mendapat pengobatan kemoterapi tidak boleh membersihkan litterbox.
  15. Agar anak-anak bisa berinteraksi dengan kucing kesayangannya tanpa harus membuat kita khawatir, utamakan selalu kebersihan. Ajarkan mereka untuk selalu mencuci tangan setelah memegang, menyentuh, atau bermain-main dengan kucing.

Artikel selanjutnya :

Kebiasaan Buruk Kucing

Kucing kencing
Campursari210- Spraying sering disebut sebagai kebiasan aneh yang dimiliki kucing. Kucing akan memberi tanda daerah kekuasaannya dengan cara menyemprotkan sedikit air kencingnya. Normalnya pada saat kencing, kucing akan sedikit jongkok. Sedangkan pada saat spraying, kucing tetap dalam keadaan berdiri.

Objek sasaran spraying biasanya berupa benda-benda vertikal seperti dinding, gorden, kursi, sofa, pintu, dll. Bila air kencing menggenang dalam jumlah besar di lantai, kemungkinan besar bukan spraying.

Spraying berhubungan dengan perilaku seksual. Baik kucing betina maupun jantan biasanya akan mulai menunjukan perilaku ini sekitar umur 7 bulan, pada saat mulai terjadi kematangan organ-organ reproduksi. Spraying juga berhubungan dengan perilaku kegelisahan kucing. Hal ini bisa terjadi, misalkan kucing baru pindah rumah, atau adanya anggota keluarga baru atau ada hewan peliharaan baru. Pada dasarnya segala sesuatu yang baru dapat menyebabkan kucing gelisah. Pada beberapa kucing kegelisahan ini menimbulkan perilaku spraying.





Saat kucing spraying, lakukan ini :

  1. Bila tertangkap basah sedang spraying, segera marahi dengan teriakan tinggi. Namun jangan marahi bila tidak tertangkap basah, sebab kucing tidak akan mengerti bila kita memarahi perilaku spraying yang telah ia lakukan sekitar 5 menit atau beberapa jam sebelumnya.
  2. Kucing biasanya akan kembali ke lokasi yang sama untuk kembali menandai daerah tersebut. Jadi, sebisa mungkin hilangkan bau kencing di daerah spraying. Jangan gunakan bahan pembersih yang mengandung amonia karena akan memancing kucing kembali ke daerah tersebut. Larutan pemutih/chlorin dapat digunakan untuk menghilangkan bau. Berbagai produk berupa spray untuk menghalangi/mengurangi kebiasaan spraying kucing juga tersedia di petshop-petshop.
  3. Pemberian obat-obatan tertentu berupa hormon juga dapat menghilangkan atau mengurangi masalah spraying ini. Konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan.
 
 
Artikel Selanjutnya :


Campursari210-
Dalam membuat kandang kucing ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain faktor kenyamanan, keamanan juga perlu diperhatikan. Cek beberapa hal berikut ini:

  1. Jangan asal gunakan kotak kardus menjadi kandang.
  2. Ukuran sebuah kandang kucing yang baik adalah menyesuaikan dengan berat badan kucing. Jika satu ekor kucing dengan berat 4 kg minimal kandang dibuat dengan panjang 90cm, lebar 63 cm, dan Tinggi 65 cm. Untuk n kucing tinggal anda kali 1.5 (n-1) kecuali untuk tinggi. Misal jika 2 kucing maka ukuran kandang Panjang :120 cm, lebar, 94,5 cm, tinggi 65cm. Tapi tidak harus begitu sesuaikan dengan berat badan kucing itu sendiri.
  3. Bahan terbaik untuk membuat kandang kucing adalah alumunium. Karena ringan dan anti karat.
  4. Pembuatan pintu kandang juga harus melihat ukuran kucing. Buat ukuran pintu kandang secara proporsional. Sehingga kucing dapat keluar masuk dengan mudah.
  5. Dalam kandang kucing harus tersedia makanan, minuman. selain itu tempat makan dan minumnya juga harus diperhatikan kebersihannya. Minuman yang tersedia lebih baik air matang. Khususnya untuk kucing persia lebih baik sediakan makanan selama 24 jam. Ini akan membantu jenis kucing persia yang terkenal malas minum.
Terimakasih atas kunjungannya, sempga brmanfaat, jangan lupa tinggalkan komentar anda.

Artikel terkait : 

Tips Kandang Kucing Agar Tidak bau



Campursari210- Kotoran kucing yang berada di kandang seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Meski tidak dapat dihindari, namun dengan rutin membersihkan kandang kucing, bau kotoran kucing bisa diminimalisir. Beberapa trik berikut ini bisa Anda terapkan:

  1. Ganti kotak pasir sehari sekali lalu cuci bersih kotaknya. Lakukan ini secara rutin.
  2. Pasir kandang yang terkena kotoran kucing lebih baik dibuang atau Anda bisa bersihkan pasir tersebut dengan desinfektan lalu jemur.
  3. Perhatikan setiap kucing jantan kencing. Di saat itulah tugas bersih-membersih dimulai.
  4. Bersihkan kandang kucing minimal dua kali sehari. Anda bisa menggunakan desinfektan secara berkala.
  5. Pastikan kandang cukup sirkulasi udara sehingga kandang tidak lembab, udara bisa berganti dan bau pun tidak menyengat.
  6. Sebaiknya matikan AC saat Anda membersihkan kandang. Lebih baik gunakan kipas angin supaya terjadi sirkulasi udara yang optimal.
  7. Saat Anda melihat kucing buang kotoran terutama kucing jantan langsung saja bersihkan. Jangan menunggu terlalu lama. Karena jika sampai kotoran tersebut terinjak kucing, maka dia akan membawa kemana-mana kotoran tersebut sehingga akan memperluas efek bau kotoran.
  8. Agar bau kotoran kucing lebih minimal, gunakan pengharum ruangan di area sekitar kandang kucing.

Selamat mencoba!

Terimakasih atas kunjungannya,  semoga bermanfaat. jangan lupa komentar anda.

Artikel terkait :