Showing posts with label Perkebunan. Show all posts
Showing posts with label Perkebunan. Show all posts

CARA MENANAM ANGGUR DI DALAM POT SUPAYA CEPAT BERBUAH





Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Cara Menanam anggur Di Dalam Pot. silahkan disimak.

Tanaman anggur selain dapat di tanama di kebun juga dapat ditanam di dalam pot, dan tidak hanya cukup dengan keindahan bentuk tanamannya saja yang kita dapat tetapi kindahannya itu dapat dilengkapi dengan buah yang bergelantungan di dahan-dahan kecilnya.

Pemandangan yang indah seperti itu bisa kita ciptakan disekitar lingkungan rumah kita, tentunya dengan cara-cara sesuai dengan aturan yang benar serta memahami karakter tanaman tersebut supaya tidak malas berbuah.

Salah satu kelebihan menanam anggur di dalam pot ini kita bisa membentuk tanaman tersebut seindah mungkin, dengan membentuk percabangannya apalagi ditambah dengan munculnya buah-buah yang kelihatan segar.

Walaupun tujuannya untuk menghiasi lingkungan rumah atau dijadikan tanaman hias namun buah yang dihasilkan dapat dimakan juga, dan tidak hanya itu saja kelebihannya, tanaman anggur dalam pot yang sudah berbuah dan memiliki bentuk yang indah akan memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibanding bibit anggur yang hanya ditanam di polybag saja dan tidak berbentuk.

Tidak ada slahnya dong,.. apabila hoby Anda dapat menghasilkan uang tambahan, tetapi dengan syarat Anda harus kreativ dalam membentuk tanaman anggur tersebut.
Ok, kita lanjut saja ke poko intinya, yaitu cara atau tahapan-tahapan agar tanaman anggur ini bisa indah ketika tampil di dalam pot :

1. Pemilihan Pot
Langkah awal setelah adanya bibit kita menentukan pot yang akan digunakan, perlu diingat, karena tujuan kita menciptakan keindahan tanaman hias maka pot harus yang bagus dan baik, sperti pot semen, pot plastic, atau pot tanah. Diameter permukaan pot harus lebih besar daripada permukaan bawah atau sama besarnya.

Namun dari berbagai macam jenis bahan pot yang lebih baik untuk tanaman anggur adalah pot yang berbahan dasar tanah, hal ini cukup baik pengaruhnya bagi tanaman, karena pot dari bahan dasar tanah memiliki pori-pori pada bagian dasarnya yang dapat menyerap air.

Sehingga akar tanaman tidak mudah kekeringan apabila terlambat menyiram dan tidak akan lebab apabila terlalu banyak air penyiraman, maka gunakan lah pot yang terbuat dari tanah. Untuk menunjang keindahan tanaman, pot dari bahan dasar tanah ini sekarang banyak yang memiliki ukiran-ukiran cantik pada bagian luarnya.

2. Media Tanam
Media tanam yang digunakan untuk tanaman anggur di dalam pot harus sesuai dengan karakteristik tanaman. Media tanam yang cocok untuk anggur adalah pasir dan pupuk kandang, kenapa pasir? Karena pasir mudah ditembus oleh akar tanaman aggur.
Sebelum dimasukan kedalam pot pasir dan pupuk kandang diaduk terlebih dahulu. Untuk lebih bagus lagi sepertiga bagian bawah pot diisi oleh tanah gembur, supaya menghambat keluarnya air dari pot.

3. Cara Menanam Ke Dalam Pot
Pertama masukan pecahan batu bata atau genting pada dasar pot, kemudian masukan media tanam yang sudah dicampur rata, isi pot sampai hampir penuh. Kemudian buat lubang tanam ditengahnya lebih besar sedikit dari polybag yang dipakai bibit.

Selanjutnya polybag dilepas dan masukan bibit tersebut pada lubang yang telah disediakan, atur posisi tanaman agar kelihatan tegak, selanjutnya tutup permukaan dengan media tanam lagi.
Kemudian siram tanaman tersebut, ketika selesai penyiraman maka permukaan tanah akan menurun hingga 5 cm dari bibir pot, hal ini terjadi karena pemadatan media tanam. Selanjutnya simpan tanaman tersebut di tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

4. Perawatan Tanaman
Perwatan yang dilakukan pada tanaman anggur yang ada di dalam pot sama halnya seperti merawat anggur yang ditanam di kebun. Namun, perawatan tidak sesulit yang dilakukan di kebun. Hal-hal perlu diperhatikan dalm merawat tanaman anggur dalam pot ini antara lain:

  1. Penyiraman. Untuk melakukan penyiraman tanaman anggur dalam pot dilakukan setiap hari, dan waktunya pada sore hari. Kemudian pada waktu penyiraman harus hati-hati supaya percikan air tidak merusak media tanam yang berupa pasir dan pupuk kandang yang mudah bergerak apabila terkena air, jangan sampai merubah posisi akar.
  2.  Pemberian Ajir. Fungsi ajir pada tanaman anggur sangat penting, agar bibit anggur tumbuh lurus. Ajir bisa berupa kayu atau bilah bamboo setebal 1,5 cm dengan panjang 1 m. ajir ini hanya berfungsi sebagai penyangga bibit sampai tiba waktu pemangkasan pertama.
Pada awal penanaman, bibit anggur diikat longgar dengan ajir. Dalm pertumbuhannya, tanaman anggur dengan sendirinya akan tumbuh memanjat dengan bantuan sulur.
Untuk memperoleh cabang yang menarik, pohon anggur harus diberi penopang yang berfungsi sebagai panjatan. Panjatan ini ditanam di dalam pot, berupa bilah bambu setebal 2 cm dengan panjang 1,5 m yang berupa lilitan kawat.

Satu pot diberi empat bilahan bambu yang ditancapkan dipinggir pot. Penopang bambu ini akan menjadikan tanaman anggur dalam pot bisa dilihat dari berbagai arah. Bentuk percambahannya pun dapat diatur sehingga dapat berbentuk bulat seperti bola, slinder, atau paying.

Pemupukan. Tanaman angggur yang baru ditanam dalam pot dapat diberi pupuk urea, dosis yang diberikan cukup satu sendok makan. Pupuk tersebut diberikan setiap dua minggu sekali sampai tanaman berumur tiga bulan.Setelah berumur tiga bulan, pupuk yang diberikan diperbanyak menjadi dua sendok makan . pupuk diberikan sebulan sekali.

5. Supaya Tanaman Cepat Berbuah
Hal yang terpenting supaya mempercepat tumbuh buah yaitu pemangkasan pada ranting yang menyebabkan bunga keluar dan cabang tersier. Ketika cabang tersier sudah berwarna coklat atau sudah berumur tiga bulan, pemangkasan boleh dilakukan.

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang tersier dengan mata tunas menonjol. Pemangkasan ini dilakukan pada ruas keempat atau kelima dari pangkal cabang.

Pada pemangkasan pertama, malai bunga yang muncul biasanya masih berukuran kecil. Jumlah malai berangsur-angsur akan bertambah pada pemangkasan kedua, ketiga, dan seterusnya
Bunga yang muncul setelah pemangkasan lama-kelamaan akan mekar dan menghasilkan buah-buah kecil berwarna hijau. Buah ini akan terus berkembang dan mencapai pertumbuhan maksimal setelah 105-110 hari sejak pemangkasan.

Pada masa pertumbuhan buah, tanaman anggur di dalam pot perlu disiram setiap hari dan pemupukan dilakukan setiap bulan. Adapun pupuk yang diberikan berupa NPK sebanyak dua sendok makan.

terimakasih telah berkujung. Semoga bermaanfaat. jangan lupa tinggalkan komentar anda.

CARA MENANAM CABE DAN BUDIDAYA CABE





Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya kita harus mengetahui cara menanam cabe atau panduan budidya cabe yang benar, di postingan kali ini kita akan mengetahui cara-cara menanam cabe yang benar.


1. Ciri –ciri dan jenis-jenis cabe
Ciri –ciri tanaman cabe adalah sebagai berikut:
a. Bunga berbentuk terompet kecil,
b. Buah yang masih muda berwarna hijau atau putih kekuningan,
c. Buah yang sudah tua berwarna merah atau kuning,
d. Berbiji banyak.

Ada dua jenis tanaman cabe yang dikonsumsi oleh masyarakat umum, yaitu :
  • cabe besar (Capsicum annuum L.).jenis cabe yang termasuk cabe besar adalah cabe merah, paprika, dan cabe bulat/cabe udel/cabe domba (jenis cabe ini umumnya hanya untuk tanaman hias)
  • cabe kecil (Capsicum annum . L). jenis cabe yang termasuk cabe kecil adalah cabe rawit atau jemprit, cabe cengek, dan cabe hias.

2. Bertanam cabe

Sebelum memulai bertanam cabe, kamu harus menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan. Peralatan dan bahan yang harus dipersiapkan adalah cangkul, kored (cangkul kecil), benih, dan pupuk kandang.

Lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe harus tanah yang subur. Jika tidak menemukan tanah yang subur, kamu dapat mengolah tanah yang kurang subur. Caranya adalah dengan member pupuk kandang pada tanah yang akan ditanami.

Pupuk kandang ini sebaiknya diletakkan dalam lubang kecil yangh dibuat lurus., Jarak antar lubang 50-60 cm dan jarak antar baris 60-70 cm. Hal ini bergantung pada jenis cabe yang akan ditanam. Jenis cabe ini memerlukan jarak yang lebar karena cabe jenis ini memiliki banyak cabang.

Pemberian pupuk buatan dilakukan satu bulan setelah cabe ditanam. Pupuk tersebut merupakan campuran urea, TSP, dan KCL. Jumlah pupuk yang diberikan bergantung pada tingkat kesuburan tanah. Semakin subur tanah, pupuk yang diperlukan semakin sedikit.
Pupuk buatan tersebut diberikan di sekeliling tanaman sejauh 5 cm dari batangnya. Lalu, setelah tanaman berumur 2 bulan, sebaiknya diberi pupuk urea lagi.

Pemeliharaan tanaman cabe tidaklah sulit. Rajin-rajinlah membersihkan rumput pengganggu, menyiramnya secara teratur, serta memberantas hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabemu.

Hama yang sering menyerang tanaman cabe, antara lain lalat buah, kutu daun, dan tungu merah. Lalat buah merusak dengan menusuk buah cabe hingga berguguran. Jika bertanam cabe dalam jumlah yang besar di lahan yang luas, kamu dapat memberantas hama cabe ini dengan penyemprotan kelthane 0,1-0,2%.

Sementara itu, penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah penyakit busuk buah, gugur daun, daun busuk daun. Penyakit busuk daun dan busuk buah dapat dicegah dngan penyemprotan M-45 atau Antharacol 0,2 %.

Selain itu, sebagain petani cilik, kamu juga harus tahu bahwa penyakit utama yang sering menggagalkan tanaman cabe besar adalah penyakit yang disebabkan oleh virus daun keriting. Virus ini ditularkan oleh kutu daun. Virus itu menyerang tanaman cabe sehingga daun cabe menjadi keriting atau menggulung, dan mengecil.

Sampai sekarang, penyakit ini belum bisa diberantas. Jika ditanam twrserang penyakit ini, lebih baik dicabut dan dibuang agar tidak menular. Nah, setelah tanaman cabemu berumur empat bulan, kamu bisa menikmati hasilnya.

3. Manfaat cabe

Cabe banyak digunakaan oleh masarakat, baik dirumah maupun di pabrik. Dirumah, cabe digunakan sebagai bumbu dapur. Cabe hijau dapat digunakan untuk sambal goring, tumis, dan sayur. Cabe rawit dan cengek dimanfaatkan untuk bumbu pecel dan asinan. Cabe merah digunakkan untuk masakan, seperti rending, gulai, dan beraneka macam sambal. Cabe paprika dapat digunakan untuk masakan agar penampilannya lebih menarik.

Di pabrik, seperti pabrik obat, cabe jenis tertentu digunakan untuk bahan koyo. Adapun di pabrik mi instan, cabe digunakan sebagai bumbu mi instan. Pemberian cabe pada jenis makanan ini bertujuan untuk member rasa lezat dan pedas.

Meskipun cabe memiliki banyak manfaat, orang-orang yang menderita beberapa penyakit harus menghindarinya. Penderita wasir atau ambient, sakit mata, sakit tenggorokan, dan wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak memakan cabe. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

BUDIDAYA SALAK PONDOH





PENDAHULUAN

Komoditi salak merupakan salah satu jenis buah tropis asli Indonesia yang menjadi komoditas unggulan dan salah satu tanaman yang cocok untuk dikembangkan. Di Indonesia terdapat berbagai varietas salak diantaranya: salak pondoh, salak swaru, salak enrekang, salak gula pasir, salak bali, salak padang sidempuan, salak gading ayu, salak pangu, salak sibakua, salak sangata, salak condet, salak manonjaya, salak kersikan, salak bongkok. Diantara berbagai jenis serta varietas salak tersebut, varietas salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, dan gula batu atau bali mempunyai nilai komersial yang tinggi, sehingga varietas tersebut ditetapkan oleh pemerintah sebagai varietas unggul untuk dikembangkan.

Daerah-daerah di Indonesia yang tercatat sebagai sentra produksi salak diantaranya: Padangsidempuan (Sumatra Barat), Serang (Banten), Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Batujajar (Jawa Barat), Magelang, Ambarawa, Wonosobo, Banyumas, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara (Jawa Tengah), Sleman (Yogyakarta), Bangkalan, Pasuruan (Jawa Timur), Karang Asem (Bali), Enrekang (Sulawesi Selatan). Akan tetapi pada umumnya daerah-daerah sentra salak tersebut memproduksi buah salak yang khas.

Salak pondoh memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi, kadar gula yang lebih tinggi serta kadar asam yang lebih rendah dibanding dengan jenis salak lain (Redaksi Agromedia, 2007). Rata-rata kadar vitamin C dalam salak pondoh adalah 19,63 mg per 100 gr, kadar gula reduksi sebesar 21,72 persen, kadar asam adalah 4,93 mg per 100 gr, dengan rasio gula asam adalah 3,93. Salak pondoh juga mempunyai keunggulan dibanding dengan salak lain, dari segi rasa salak pondoh memiliki rasa yang manis dan tidak sepet saat masih muda, dan daya simpan yang lebih lama karena buah salak pondoh tergolong buah yang berpola respirasi non klimaterik yang memiliki umur penyimpanan yang relatif lebih lama dimana salak pondoh mulai membusuk setelah 13 hari penyimpanan pada suhu kamar (Santoso, 1990), serta salak pondoh merupakan salah satu buah lokal yang pemasarannya dapat memasuki supermarket.

BUDIDAYA SALAK PONDOH
Pemilihan dan Persiapan Lahan

Salak pondoh akan tumbuh baik pada dataran rendah hingga ketinggian 800 mdpl dengan tipe iklim basah, dan tipe tanah podzolik dan regosol atau latosol yang yang bertekstur geluh lempungan sampai geluh pasiran. Tanaman salak pondoh memerlukan naungan dan bahkan tanaman salak pondoh muda memerlukan naungan berat untuk mengurangi transiprasi dan evaporasi, sehingga lahan perlu dipersiapkan dengan menanam pohon pelindung terlebih dahulu atau ditumpangsarikan dengan tanaman lainnya.

Pengadaan Benih

Tujuan utama pengadaan benih adalah menyiapkan benih salak pondoh betina dan jantan bermutu untuk menghasilkan buah bermutu. Pembenihan salak pondoh dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Pembenihan secara generatif adalah pembenihan dengan menggunakan biji yang diperoleh dari pohon induk, tetapi pembenihan dari biji kurang lazim dilakukan dalam budidaya salak pondoh.

Pembenihan vegetatif dapat diperoleh dengan memisahkan anakan baik secara langsung maupun memisahkan anakan secara buatan atau cangkok. Benih yang berasal dari perbanyakan vegetatif mempunyai beberapa kelebihan dibanding benih yang berasal dari biji, antara lain: 1) hasil tanaman yang diperoleh sifatnya pasti sama dengan pohon induknya; 2) dapat dipastikan terlebih dahulu kelamin tanaman (jantan/betina); 3) cepat berbunga dan berbuah serta hasilnya lebih seragam atau relatif sama dengan pohon induknya. Disamping kelebihan tersebut, kekurangan benih yang berasal dari cangkok adalah sulit memperoleh benih yang berumur seragam dalam jumlah besar dan sistem perakarannya tidak sebaik perakaran benih dari semai.

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan meliputi: 1) perataan tanah untuk mengatur sistem irigasi, mempermudah pengaturan jarak tanam, pengaturan pohon pelindung, meratakan tanah/lahan, pengaturan bedengan dan saluran air; 2) pembersihan rumput-rumput, batu-batu padas dan pohon-pohon kayu yang tidak diperlukan; 3) membajak dan mencangkul tanah untuk menggemburkan tanah; dan 4) pembuatan bedengan/guludan.

Jarak tanam ideal adalah 2,5 x 2,5 m atau 2 x 2,5 m, dimana jarak 2,5 m adalah jarak antar larikan dan jarak 2 m adalah jarak antar tanaman dalam satu larikan. Bedengan dibuat sepanjang larikan dengan kedalaman 15 cm dan lebar 100 cm. Tanah galian diletakkan di kanan dan kiri larikan dan kemudian diratakan, sehingga terbentuk bedengan dengan lebar 150 cm, tinggi ± 25 cm, dan panjang menyesuaikan ukuran kebun. Larikan sebaiknya dibuat membujur dari timur ke barat. Sedangkan untuk pada lahan teras bangku, arah larikan searah dengan arah teras.

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Pada tanah yang keras, ukuran lubang dapat diperbesar untuk memberikan ruang yang lebih untuk perkembangan akar. Pada saat membuat lubang, tanah galian bagian atas (± 25 cm) diletakkan pada sebelah timur lubang tanam yang dibuat dan tanah galian bawah (± 25 cm) letakkan di sebelah barat lubang tanam. Lubang tanam dibiarkan selama 2 – 3 minggu, baru kemudian ditimbun kembali. Pada saat penimbunan, tanah bagian bawah dikembalikan pada posisi semula, sedangkan tanah bagian atas dicampur dengan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan 1:1 dan kapur pertanian/dolomit sebanyak 0,25 – 0,5 kg/lubang tanam. Dengan demikian pada bekas lubang akan terbentuk gundukan. Gundukan tanah tersebut tidak perlu dipadatkan tetapi dibiarkan agar menyusut dengan sendirinya.

Penanaman Benih

Penanaman benih adalah menanam benih jantan dan betina bermutu dengan benar dengan tujuan agar benih jantan ditanam dengan benar sebagai sumber serbuk sari dan benih betina untuk memproduksi buah. Dalam suatu luasan kebun salak diperlukan 4 – 10 persen tanaman jantan, dimana penanaman benih jantan dapat dilakukan dengan cara, yaitu: 1) ditanam di tengah-tengah atau di antara benih salak betina dan 2) benih jantan ditanam di pinggir lahan sebagai tanaman pagar.

Benih salak pondoh umumnya ditanam pada awal musim penghujan ketika tanah mengandung cukup air yaitu sekitar 60 – 80 persen. Keadaan tanah yang gembur dan kelembaban yang cukup memungkinkan akar benih mampu hidup dan berkembang secara baik. Penanaman dilakukan pada lubang tanam yang telah disediakan.

Penanaman benih dilakukan dengan cara membenamkan media tanam yang terdapat didalam keranjang benih atau polybag ke dalam lubang tanam. Ditengah tanah penutup lubang tersebut digali lagi dengan ukuran sebesar keranjang benih atau polybag. Sebelum benih dimasukkan ke dalam lubang, keranjang benih atau polybag dilepas terlebih dahulu dengan menyayat atau merobek bagian samping dan bagian dasarnya. Pada saat melepas keranjang atau polybag dilakukan dengan hati-hati dan dijaga agar akar tidak merusak akar.

Penyulaman

Penyulaman diperlukan untuk mengganti tanaman yang mati, tanaman yang perkembangannya kurang baik dengan tanaman baru yang sehat dan berumur sama dengan tujuan untuk mempertahankan populasi tanaman di kebun. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dengan tanaman yang berumur sama atau berukuran sama dengan tanaman di sekitarnya.

Penyulaman dapat dilakukan pada saat tanaman masih muda atau bahkan pada tanaman dewasa. Tanaman muda atau tanaman yang masih kecil dapat diganti dengan benih baru atau tanaman muda lainnya dengan sistem putaran, yaitu memindahkan tanaman beserta tanah tempat perakaran atau sebagian perakaran.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman salak pondoh meliputi beberapa kegiatan antara lain: penyiangan, pembubunan, pemangkasan, pemupukan, penyerbukan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Penyiangan
Penyiangan adalah membuang dan membersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu atau gulma bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dalam memperebutkan unsur hara dan air.

Pembubunan

Pembubunan dilakukan setelah ujung batang atau pangkal daun mencapai permukaan tanah, atau di atas permukaan tanah. Tanah yang digunakan untuk menimbun berasal dari kanan dan kiri larikan yang semula berupa bedengan. Pembubunan bertujuan untuk memperdalam perakaran, memperkokoh tanaman, merangsang pertumbuhan tunas, dan memperdekat jarak antara permukaan tanah dengan akar lateral yang tumbuh tepat dibawah daun yang gagal mencapai tanah.

Pemangkasan

Pemangkasan yang dilakukan antara lain: 1) pemangkasan pelepah daun, dan 2) mengurangi jumlah anakan. Pemangkasan pelepah daun adalah memotong pelepah daun yang tidak produktif, kering, mati dan terserang organisme pengganggu tanaman. Tujuan pemangkasan pelepah, adalah untuk membentuk tajuk ideal tanaman salak (yaitu 7 – 9 pelepah daun pertanaman) agar produktivitas dan mutu buah yang dihasilkan dalam kondisi yang maksimal dan merangsang pembentukan seludang bunga betina. Pemangkasan tanaman diawali setelah tanaman berumur satu tahun yang bertujuan mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif.

Pemangkasan pelepah dapat dilakukan setiap 2 bulan sekali tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan dapat dilakukan lebih sering, yaitu 1 (satu) bulan sekali. Pemangkasan pelepah daun salak dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) Pemangkasan pelepah daun salak dilakukan sampai pada pangkal pelepah karena bagian yang disisakan sebenarnya sudah tidak berguna lagi bagi tanaman; atau 2) Pemangkasan pelepah daun salak dilakukan dengan menyisakan pangkal pelepah yang dapat digunakan sebagai penyangga tandan buah.

Sedangkan pemangkasan atau penjarangan anakan adalah mengurangi dan mengatur jumlah anakan dalam satu rumpun tanaman. Satu rumpun salak cukup disisakan 1 atau 2 anakan dengan jumlah anakan maksimal 3 – 4 buah pada setiap rumpunya, dan apabila jumlah anakan melebihi 4 buah maka akan mengganggu produktivitas tanaman. Pangkas anakan yang keluar dari barisan, pertumbuhan kurang baik dan terlalu banyak.

Pemupukan

Pemupukan tanaman salak pondoh secara umum dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim hujan atau pada bulan April dan September, atau pada bulan Oktober/September dan Februari/Maret. Secara khusus, waktu dan dosis pemberian pupuk pada tanaman salak pondoh dapat dilakukan berdasarkan umur dan kondisi tanaman, yaitu:

1. Saat tanaman berumur 0 – 36 bulan pemberian pupuk dilakukan 3 bulan sekali menggunakan pupuk Urea/ZA sebanyak 30 gram/rumpun, SP-36 sebanyak 20 gram/rumpun, dan KCl sebanyak 15 gram/rumpun. Sedangkan pemberian pupuk organik dan kapur dolomit dapat dilakukan 6 bulan sekali dengan takaran pupuk organik sebanyak 5 – 10 kg/rumpun dan kapur sebanyak 0,25 – 1 kg/rumpun.

2. Saat tanaman salak pondoh berumur di atas 36 bulan dan seterusnya dilakukan pemupukan 6 bulan sekali dengan pemberian pupuk organik sebanyak 5 – 10 kg/rumpun, kapur dolomit sebanyak 0,25 – 1 kg/rumpun, Urea/ZA sebanyak 70 gram/rumpun, SP-36 sebanyak 50 gram/rumpun, dan KCl sebanyak 30 gram/rumpun.

Cara pemberian atau aplikasi pupuk pada tanaman salak pondoh dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:

1. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang parit yang dibuat melingkari tanaman salak. Lubang parit dibuat sekitar tanaman salak dengan jarak lubang parit dari tanaman salak sekitar 50 – 100 cm, dengan lebar parit 20 cm dan dalam 15 – 30 cm. Pupuk dibenamkan ke dalam lubang parit tersebut dan kemudian tutup dengan tanah; atau

2. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat diantara dua tanaman salak dalam satu larikan. Lubang dibuat dengan panjang 100 cm, lebar 50 cm dan dalam 15 – 30 cm, sehingga jarak antara lubang pupuk dengan pangkal tanaman adalah sekitar 75 cm. Pupuk dibenamkan ke dalam lubang kemudian tutup dengan tanah.

Penyerbukan

Tanaman salak pondoh merupakan tanaman berumah dua (dioeceus) dimana bunga jantan dan bunga betina berada pada pohon yang berbeda. Keadaan tersebut menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, melainkan penyerbukan silang (allogami). Penyerbukan silang memerlukan perantara. Penyerbukan pada salak pondoh terjadi melalui perantara serangga atau melalui penyerbukan buatan oleh manusia.

Penyerbukan dengan bantuan manusia dapat dilakukan setelah kuncup-kuncup bunga betina dalam tongkol tampak mekar berwarna merah muda. Seludang bunga dibersihkan dengan memotongnya, hingga tampak tongkol bunganya. Penyerbukan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca baik/tidak hujan dan pada pagi atau sore hari. Agar serbuk sari bunga jantan jatuh tepat ke kepala putik, tongkol bunga jantan didekatkan di atas tongkol bunga betina, kemudian diketuk atau ditepuk dengan jari. Untuk kuncup bunga jantan yang belum mekar (belum tampak serbuk sarinya), ditekan dengan kuku kemudian diketuk-ketuk di atas bunga betina sampai merata pada seluruh tongkol. Satu tongkol bunga jantan dapat dipakai untuk menyerbuk ± 10 tongkol bunga betina.

Tongkol bunga yang sudah diserbuk ditutup dengan daun, kantong platik atau gelas/botol platik bekas. Pemberian tutup atau kerudung bertujuan agar serbuk sari yang telah menempel terlepas atau tercuci oleh air. Tutup tandan dibuka 3 – 5 hari setelah penyerbukan.

Penjarangan Buah

Penjarangan buah adalah mengurangi jumlah buah yang terdapat dalam setiap tandan dengan tujuannya untuk menghasilkan buah dengan mutu dan jumlah yang optimal sesuai target yang ditetapkan. Cara melakukan penjarangan buah adalah: 1) penjarangan pertama saat dua bulan setelah penyerbukan (ukuran buah sebesar kelereng), dengan cara memilih buah yang abnormal, terserang hama dan penyakit atau buah yang normal tapi posisinya terjepit, dengan cara menusuk buah yang dipilih untuk dijarangkan; 2) penjarangan kedua, sebulan setelah penjarangan pertama dengan cara yang sama seperti penjarangan pertama, atau dengan mencongkel buah yang dipilih; dan 3) bungkus tandan dengan anyaman atau keranjang bambu.

Penanganan Panen dan Pasca Panen

Panen

Panen adalah memetik buah yang telah siap panen atau mencapai kematangan yang optimal dengan tujuan untuk memperoleh buah pada standar mutu yang telah ditetapkan. Buah yang sudah siap panen mempunyai ciri-ciri sisik telah jarang, bulu-bulu telah hilang dan warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua berkilat, selain itu umur tanaman dan tekstur buah perlu diperhatikan. Panen pertama dengan menggunakan benih cangkokan vegetatif dimulai pada saat tanaman salak pondoh berusia 2 – 3 tahun.

Pemetikan buah biasanya juga dilakukan setelah 7 - 8 bulan sejak terjadinya penyerbukan. Untuk pemetikan buah tidak dipilih satu per satu tapi dipotong bersama tandannya. Rata-rata produksi buah salak per pohon per tahun adalah 10 kg.

Penanganan Pasca Panen

Seperti buah-buahan lainnya, buah salak mudah rusak dan tidak tahan lama. Kerusakan buah ditandai dengan bau busuk dan daging buah menjadi lembek serta berwarna kecoklat-coklatan. Setelah dipetik buah salak masih meneruskan proses hidupnya berupa proses fisiologi. Sehingga buah salak tidak dapat disimpan lama dalam keadaan segar, maka diperlukan penanganan pascapanen.

Pasca panen adalah pekerjaan yang dilakukan pada hasil produk yang baru saja dipanen. Tujuan penanganan pasca panen adalah melakukan pekerjaan meliputi pembersihan, sortasi buah, pelabelan dan pengemasan berdasarkan ukuran dan standar mutu yang telah ditentukan.

Terdapat empat standar kelas salak pondoh, yaitu: 1) Kelas A, kelas mutu salak pondoh berukuran sangat besar dengan jumlah 8 – 12 buah per kilogram; 2) Kelas B, kelas mutu salak pondoh berukuran besar dengan jumlah 13 – 17 buah per kilogram; 3) Kelas C, kelas mutu salak pondoh berukuran sedang dengan jumlah 19 – 22 buah per kilogram; dan 4) Kelas D, kelas mutu salak pondoh berukuran kecil dengan jumlah lebih dari 25 buah per kilogram.

Pengemasan untuk buah salak segar memiliki beberapa kriteria, antara lain: 1) harus berlubang untuk memberikan sirkulasi udara; 2) kuat, agar buah salak terlindung tekanan dari luar; dapat diangkut dengan mudah; dan 3) ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah. Jenis pengemasan yang dapat digunakan, antara lain keranjang bambu, peti kayu, dan kardus karton. Buah salak pondoh dapat tahan disimpan sampai maksimal 21 hari apabila buah tidak luka, bebas dari serangan hama atau penyakit dan sirkulasi udara tempat penyimpanan berjalan baik.

Pengolahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas barang yang bersangkutan baik dalam rangka memperkuat daya tahan barang tersebut maupun dalam rangka peningkatan nilainya. Terdapat beberapa hasil olahan salak pondoh, antara lain: manisan salak, sirup salak, dodol salak, dan keripik salak.

semoga artikel ini bermanfaat.